Jan 092012
 

Dalam rangka mengenal lebih dalam tentang tumbuh-tumbuhan dan hewan  ternak di alam bebas,  KB dan TK Azhari mengadakan acara jalan-jalan ke luar sekolah atau yang biasa disebut Fieldtrip ke Pasir Mukti Bogor pada tanggal 20 Desember 2011 lalu. Para siswa dan guru berkumpul di sekolah sekitar jam setengah delapan. Mengingat tempat yang akan dikunjungi cukup luas, maka untuk memudahkan mengontrol anak-anak maka mereka pun dibagi dalam beberapa kelompok. Kelas Tomat terdiri dari kelompok yang didampingi oleh Bunda Susi, Ms. Fera, Ms. Nurul dan Ms. Mia. Kebanyakan dari kelas ini ditemani pendamping karena sebagian adalah siswa Kelompok Bermain. Adapun kelompok-kelompok dari kelas Wortel didampingi oleh Ms. Ria, Ms. Anis, dan Ms. Menik.

Para siswa begitu bersemangat dan terlihat ceria, walaupun sebagian dari mereka tidak didampingi oleh keluarga atau pendamping.  Ini terlihat dari awal kegiatan ketika akan berangkat, anak-anak membaca doa dengan lantang dan seksama kemudian mendengarkan nasihat dari guru dengan sungguh-sungguh. Wah, senangnya melihat siswa bersemangat dan begitu mandiri. Kamipun berangkat naik bis dan diiringi oleh beberapa mobil wali murid yang juga ikut kesana.

Alhamdulillah, sejam kemudian kami tiba di Pasir Mukti Bogor. Kami berkumpul di Saung Kecapi, tempat duduk-duduk yang cukup sejuk sambil menikmati segarnya sirup jeruk. Namanya Jeruk Lemon Cui, rasanyaaa…manis dan asaaam. Bikin segerr dehh. Lalu kami memulai wisata mengelilingi perkebunan ditemani pemandu wisata Pasir Mukti. Acara awal yaitu frutiwalk yang dipandu oleh Kak Romi, dimulai dengan menyusuri kawasan kebun wisata satu persatu (dengan kapasitas untuk anak-anak KB & TK tentunya loh!). Kami melihat pohon-pohon besar yang memiliki buah yang bentuknya seperti sosis raksasa loh, tapi warnanya putih. Ya, maka dari itu pohon tersebut dinamakan pohon Sosis karena bentuk buahnya tersebut. Meski berbuah namun hanya sebagai makanan hewan gajah dan jerapah. Berdasarkan cerita Kak Romi, pohon ini berasal dari Amerika Selatan sana, dari negara Brazil.

Kemudian perjalanan dilanjutkan pada saung yang terdapat aquarium besar yang berisi beberapa macam ikan, seperti ikas Mas, ikan Bawal, dan ikan Gurame. Kak Romi menjelaskan tentang ikan-ikan tersebut, kapan mereka makan dan fungsi dari sirip-sirip ikan. Mungkin ada yang baru tahu kalau sirip ikan itu yang di punggung, perut, dada, dan ekor punya fungsi tersendiri loh. Ada yang untuk berenang, untuk ngebut, bahkan untuk ngerem juga ada, Subhanallah..keren kan?! Setelah itu siswa satu persatu mendapat giliran untuk memegang ikan-ikan tersebut. Aaaiiyy..! Ada yang teriak geli setelah menyentuh mulut ikan Gurame…hiiiiyy ngga ada giginya ternyata koq.

Kemudian acara dilanjutkan dengan memanen kangkung bersama. Ayo dicabut sama-sama, teriak Kak Romi, bismillahirohmanirrohim..brusssyykk!!! Tercabutlah beberapa genggam kangkung dari tangan mungil para siswa. Lumayan buat dibikin tumis kangkung nih,’ celetuk orang tua murid. Lalu perlahan kami melanjutkan ke area peternakan unggas, ada bebek, entok, itik, tiktok, dan angsa. Apa tuh tiktok?? Tiktok itu hasil perkawinan antara itik dan entok, kawan! Yang menarik disini juga ada boneka bebek besar hampir seukuran siswa KB, hehehe hati-hati dipatuk!!? Oh ya, si bebek dan teman-temannya sebagian besar dalam kandang, sebagian kecil ada yang di luar kandang alias berbaur dengan kami. Wuiiih, kehebohan sempat terjadi ketika si bebek-bebek berusaha mendekat…..hiiiyyy takut dipatuk nih. Acara tidak kalah serunya ketika anak-anak memberi makan unggas-unggas tersebut. Siswa begitu bersemangat memberi makan si bebek dan teman-teman baik yang dalam kandang maupun yang di luar kandang. Bahkan ketika makanannya habis mereka pun minta lagi makanan bebek pada petugas. Wah si bebek bisa ngga makan berhari-hari nih karena kekenyangan. Lucunya, si boneka bebek yang besar itu juga sempat dikasih makan oleh beberapa siswa loh, mereka dengan sabarnya menunggu dan mengajak si boneka untuk makan, “ayo bebek dimakan…ayo dimakan dong..??!”.

Selesai frutiwalk, kamipun menyantap makan siang bersama. Setelah itu acara dilanjutkan dengan perlombaan balap karung, jalan dengan bakiak panjang, dan tarik tambang. Yang paling seru dalam acara perlombaan ini sepertinya lomba tarik tambang, karena anak-anak harus menarik tambang yang tebalnya sama dengan pergelangan tangan mereka, lebih besar bahkan. Para pendamping dan guru-guru juga antusias ikut dalam lomba ini.

Setelah zuhur, acara kami tutup dengan doa dan dengan oleh-oleh sayuran kami kembali ke Jakarta. Lelah sepertinya, tapi menyenangkan dan penuh kesan.

 Leave a Reply

(required)

(required)

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>